Skip to main content

Mengenal Greenland, Pulau Terbesar di Dunia Incaran Trump

 Greenland disebutkan dalam berbagai literasi merupakan pulau terbesar di dunia yang tidak disebutkan sebagai benua. Greenland (tanah hijau-red) sebuah adalah negara konstituen (bagian-red) Kerajaan Denmark yang terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, sebelah timur Kepulauan Arktik Kanada. Meski secara fisiogeografis merupakan bagian dari benua Amerika Utara, Greenland sangat erat secara politik dan budaya dengan Eropa (khususnya Norwegia dan Denmark, negara-negara kolonial, dan pulau Islandia) selama lebih dari seribu tahun. Mayoritas penduduknya suku Inuit, leluhur mereka pindah dari daratan Kanada pada abad ke-13 dan perlahan menyebar ke seluruh pulau ini.

Greenland

Sebagai pulau terbesar di dunia, Greenland memiliki luas wilayah 2.166.086 kilometer persegi, setara dengan sekitar tiga kali luas Pulau Kalimantan. Pulau ini terletak di Samudra Atlantik Utara, di sebelah timur laut Kanada dan barat laut Islandia. Sebagian besar wilayah Greenland terletak di atas Lingkaran Arktik, menyebabkan iklimnya sangat dingin dan didominasi oleh lapisan es.

Meskipun secara geografis lebih dekat ke Amerika Utara, Greenland memiliki hubungan politik yang erat dengan Eropa, khususnya Denmark. Sejarah mencatat bahwa Erik the Red, seorang Viking Norwegia, menetap di Greenland pada abad ke-10. Sejak itu, Greenland menjadi bagian dari Norwegia dan kemudian Denmark. Saat ini, Greenland memiliki status otonomi dalam Kerajaan Denmark, dengan pemerintahan sendiri yang mengatur urusan dalam negeri, sementara Denmark tetap bertanggung jawab atas urusan luar negeri dan pertahanan. 

Trump (Presiden USA) berminat menguasai Greendland

Secara mengejutkan ketika Donald Trump baru-baru ini menyatakan minatnya untuk menguasai Greenland, dunia terhenyak. Bukan hanya karena usulan tersebut terasa tidak masuk akal, tetapi karena Greenland, pulau terbesar di dunia, menyimpan rahasia yang jauh lebih besar dari sekadar potensi geopolitik. Greenland adalah salah satu kawasan terakhir di Bumi yang menawarkan wawasan luar biasa tentang keanekaragaman hayati Arktik, evolusi kehidupan di lingkungan ekstrem, dan dampak perubahan iklim global.

Tentang Greenland

  • Greenland, pulau terbesar di dunia, memiliki nilai strategis yang penting karena kekayaan mineralnya, posisi militernya, geopolitik Arktik, dan potensi kemerdekaannya. Pulau ini menyimpan rahasia besar tentang keanekaragaman hayati Arktik dan dampak perubahan iklim.
  • Lapisan es Greenland menyimpan catatan sejarah iklim bumi dan berperan penting dalam sistem iklim global. Pencairan lapisan es akibat pemanasan global mengancam kenaikan permukaan laut dan perubahan pola cuaca.
  • Greenland memiliki keanekaragaman hayati yang unik, namun terancam oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia. Upaya konservasi diperlukan untuk melindungi flora dan fauna yang telah beradaptasi dengan lingkungan ekstrem Arktik.

Trump berargumen bahwa Amerika Serikat perlu mengakuisisi Greenland demi “keamanan nasional”, bahkan secara tegas menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan tersebut. Pernyataan ini spontan memicu kontroversi diplomatik, dengan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa Greenland, sebagai wilayah otonom Denmark, “tidak untuk dijual.”

Dari perspektif internasional, Greenland memiliki nilai strategis dalam empat aspek utama: kekayaan mineral, kehadiran militer, geopolitik Arktik, dan potensi kemerdekaan wilayah tersebut. Selain itu, tentu saja Greenland adalah rumah bagi sumber daya alam yang signifikan, termasuk elemen tanah jarang yang penting untuk teknologi energi bersih dan aplikasi militer. Dengan mencairnya lapisan es, semakin banyak deposit mineral berharga yang terungkap, menyoroti pentingnya kawasan ini dalam konteks ekonomi dan ekologi.

Fenomena Es di Greenland

Lapisan es Greenland, sebuah bentangan es raksasa yang mendominasi lanskap pulau ini, merupakan massa es terbesar kedua di dunia setelah lapisan es Antartika. Dengan luas mencapai 1,71 juta kilometer persegi, lapisan es ini menutupi sekitar 80% daratan Greenland. Bayangkan, jika lapisan es ini mencair seluruhnya, permukaan laut global akan naik sekitar 7,2 meter! Ketebalannya pun mengagumkan, rata-rata mencapai 1,67 kilometer dan di beberapa titik bahkan mencapai lebih dari 3 kilometer. Lapisan es ini bukanlah sekadar gundukan es beku, melainkan arsip raksasa yang menyimpan sejarah iklim Bumi selama jutaan tahun.

Lapisan es Greenland menyimpan informasi penting tentang kondisi atmosfer masa lalu. Para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, seperti glaciologi, klimatologi, dan paleontologi, berkolaborasi untuk mengungkap rahasia yang tersimpan di dalamnya. Mereka melakukan ekspedisi ke Greenland untuk mengambil “inti es”, yaitu sampel es berbentuk silinder yang dibor dari permukaan hingga kedalaman lapisan es. Inti es ini kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis dengan cermat.

Melalui analisis inti es, para ilmuwan dapat mempelajari komposisi atmosfer masa lalu, termasuk konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana, debu vulkanik dari letusan gunung berapi dahulu, serta isotop oksigen yang memberikan informasi tentang suhu pada masa lalu. Data ini sangat berharga untuk memahami pola perubahan iklim di masa lalu, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, dan memprediksi dampak pemanasan global di masa depan. Misalnya, inti es dari Greenland menunjukkan bahwa konsentrasi karbon dioksida di atmosfer saat ini lebih tinggi daripada kapan pun dalam 800.000 tahun terakhir, menegaskan bahwa aktivitas manusia memiliki dampak signifikan terhadap iklim global.

Selain menyimpan catatan iklim masa lalu, lapisan es Greenland juga memainkan peran penting dalam sistem iklim global saat ini. Lapisan es yang luas ini memantulkan sebagian besar sinar matahari kembali ke angkasa, membantu mengatur suhu Bumi. Selain itu, lapisan es Greenland juga mempengaruhi sirkulasi laut dan pola cuaca global. Air tawar yang mencair dari lapisan es Greenland mengalir ke Samudra Atlantik Utara, mempengaruhi salinitas dan densitas air laut, yang pada gilirannya mempengaruhi arus laut global.

Sayangnya, pemanasan global menyebabkan pencairan lapisan es Greenland yang semakin cepat. Pencairan ini tidak hanya menyebabkan kenaikan permukaan laut global, yang mengancam wilayah pesisir di seluruh dunia, tetapi juga berpotensi mengubah sirkulasi laut dan pola cuaca global. Selain itu, pencairan lapisan es juga dapat melepaskan sejumlah besar air tawar ke laut, yang dapat mempengaruhi salinitas air laut dan ekosistem laut. Oleh karena itu, memahami dinamika lapisan es Greenland dan dampak pencairannya sangat penting untuk memprediksi dan mengurangi dampak perubahan iklim di masa depan.

sumber: wikipedia, mangobay

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme

Inilah Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme Dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius. Tujuan beragama pada dinamisme adalah untuk mengumpulkan kekuatan gaib atau mana (dalam bahasa ilmiah) sebanyak mungkin. Animisme adalah agama yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda, baik yang beryawa maupun tidak bernyawa mempunyai roh. Tujuan beragama dalam Animisme adalah mengadakan hubungan baiik dengan roh-roh yang ditakuti dan dihormati itu dengan senantiasa berusaha menyenangkan hati mereka. Politeisme adalah kepercayaan kepada dewa-dewa. Tujuan beragama dalam politeisme bukan hanya memberi sesajen atau persembahan kepada dewa-dewa itu, tetapi juga menyembah dan berdoa kepada mereka untuk menjauhkan amarahnya dari masyarakat yang bersangkutan. Henoteisme adalah paham tuhan nasional. Paham yang serupa terdapat dalam perkembangan keagamaan masyarakat yahudi. Monotheisme adalah faham yang meyakini Tuhan itu tunggal dan personal, yang sang...

Pengertian Efektivitas dan Efisiensi

Efektivitas dan Efisiensi adalah dua kata yang saling berdekatan dan sering bersinggungan yang sering kita gunakan dalam tata bahasa sehari-hari terutama untuk anda yang sering berkecimpung dalam teknik, tata cara, optional dan prosedural. Berikut ini Antar Berita ingin sekali memberikan catatan pengertian kedua kata tersebut agar dapat diartikan dengan benar. Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Sebagai contoh jika sebuah tugas dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif. Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah d...

Karantina Periksa Durian Black Thorn, Musang King, Montong Hingga Golden Phoenix Tanjung Batu

Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Batu melakukan pemeriksaan durian asal Tanjung Batu yang akan dikirim ke Batam, Jakarta dan beberapa daerah lain pada Selasa (30/12) di Kecamatan Kundur Barat, (Pulau Kundur) Kab. Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.  Durian Tanjung Batu sudah terkenal sejak lama. Selain dikenal memiliki rasa yang nikmat, durian disini memiliki jenis yang beragam tergantung selera penikmatnya. Ada jenis musangking, montong, blackton, masmoar, golden phoenix, dll.  Total keseluruhan pengiriman ada 540 kg, 120 kg dikirim ke Jakarta, 150 kg ke Batam, 30 kg ke Makassar, dan 240 kg ke Palembang. Petugas Karantina melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan setiap media pembawa yang dikirim bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).  Kepala Karantina Kepri, Hasim mengatakan "nama durian tanjung batu tidak diragukan lagi kualitasnya, dijamin nikmat dan bikin keta...