Batam - Balai Karantina Kepulauan Riau memusnahkan 29 ton bawang putih asal Cina setelah seluruh muatan dalam satu kontainer ditemukan dalam kondisi rusak. Pemusnahan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Batam, Rabu (21/10). Puluhan ton bawang putih tersebut terlebih dahulu dihancurkan menggunakan ekskavator sebelum kemudian dikubur dengan tanah. Kegiatan disaksikan perwakilan PT SPJ, KP3 Telaga Punggur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, serta pejabat fungsional Karantina Tumbuhan. Temuan bermula ketika pengguna jasa mengajukan importasi bawang putih melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, benar, dan sah, pemeriksaan dilanjutkan terhadap kondisi fisik komoditas. Saat kontainer dibuka di gudang pemilik, petugas menemukan bawang putih dalam kondisi rusak. Kerusakan ditemukan pada seluruh muatan dalam satu kontainer. Berdasarkan penel...
Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan hidup dengan nilai 1,2 miliar rupiah berhasil tembus ke pasar Hongkong, Sabtu (17/05). Sebelum dilalulintaskan, Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna melakukan pemeriksaan yang ketat untuk menjamin kesehatan dan keamanan ikan,Sabtu (16/5). Pantauan aplikasi digital Best Trust, beragam ikan yang dikirim terdiri dari 2.222 ekor ikan kerapu cantang, 1.568 ekor ikan kerapu cantik, 1.050 ekor ikan kerapu macan, 1.010 ekor ikan kerapu bakau, 980, ikan kerapu gepeng, 2.311 ekor ikan kerapu sunu, 965 ekor ikan kerapu pasir, 208 ekor ikan kerapu ringau, dan 1.421 ekor ikan kakatua. "Ekspor ekor ikan hidup dapat meningkatkan perekonomian nelayan yang berada disekitar Natuna. Potensi ikan bernilai tinggi mendongkrak perputaran keuangan di daerah perbatasan sehingga mata pencaharian nelayan terus menggeliat," ujar Kepala Kara...