Skip to main content

Amran dan Sahat Sepakat Tindak Tegas Pelaku Lalu Lintas ilegal Komoditas Pertanian

Karimun - Sahat M. Panggabean, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendampingi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam kunjungan kerja di Tanjung Balai Karimun (19/1). Kunjungan kerja tersebut terkait penindakan terhadap pemasukan komoditas pertanian berupa beras yang masuk melalui jalur perairan Kepri tanpa dilengkapi dengan dokumen karantina.


Amran dan Sahat Sepakat Tindak Tegas Pelaku Lalu Lintas ilegal Komoditas Pertanian

Menteri Pertanian menyampaikan bahwa lalu lintas ilegal ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap keberlangsungan produksi pangan nasional, serta mengancam kesejahteraan jutaan petani dan pelaku usaha yang taat aturan.

"Tindak tegas usut hingga ke akarnya, ini akan mengganggu swasembada kita. Jangan sampai terjadi kembali,” ujar Amran 

Dalam kunjungan tersebut, Sahat dan Amran meninjau langsung komoditas beras hasil penindakan bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Jaka Budi Utama di Kantor Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun. 

Dari hasil penindakan, total beras yang diamankan mencapai lebih dari 700 ton. Sebagian besar telah melalui proses lelang sesuai ketentuan hukum acara pidana karena bersifat mudah rusak, dengan hasil lelang disetorkan ke kas negara dan digunakan sebagai bagian dari proses pembuktian di persidangan. Sementara itu, sejumlah barang bukti lainnya masih dalam proses hukum dan pengembangan perkara.

Selain beras, komoditas lainnya yang dilakukan penahanan diantaranya bawang merah, Cabai kering, gula dan bawang putih masuk tanpa memenuhi persyaratan karantina.

Sahat menegaskan bahwa penindakan terhadap pemasukan komoditas pertanian di Karimun ini menegaskan peran strategis karantina memastikan setiap komoditas yang masuk ke wilayah Indonesia telah memenuhi persyaratan karantina, sehingga potensi masuk dan tersebarnya hama serta penyakit yang dapat mengganggu keamanan pangan dapat dicegah. 

“Penegakan ketentuan karantina bukan semata-mata penindakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya perlindungan terhadap petani, pelaku usaha yang patuh, serta keberlanjutan sistem pangan nasional. Oleh karena itu, Barantin terus memperkuat sinergi dengan Kementan, Bea dan Cukai serta instansi terkait lainnya untuk memastikan lalu lintas komoditas berjalan sesuai aturan, sekaligus mendukung stabilitas dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” terang Sahat

Kepala Barantin juga turut apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat, termasuk Bea Cukai, aparat penegak hukum, TNI AL, Polair, hingga pemerintah daerah, atas sinergi dan kolaborasi dalam melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran karantina di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Melalui kunjungan kerja ini, Barantin berharap dengan penguatan sistem perkarantinaan dapat mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional serta timbulnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan komoditas karantina yang hendak dilalulintaskan sehingga komoditas yang beredar dipasaran terjamin mutu dan keamanannya.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Fatamorgana dan Contohnya

Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Sebagai Contoh adalah bila anda berjalan kaki ditengah terik matahari di jalan Aspal yang panas dan tak ada kendaraan, memandanglah ke arah yang jauh maka anda akan mendapati dikejauhan seakan akan ada kubangan air. Sementara bila anda dekati air tersebut tidak ada, seakan akan menghilang. Penjelasan lain tentang Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. Seringkali di gurun pasir, fatamorgana menyerupai danau atau air atau kota. Ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang dipantulkan udara panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin.

Lagi, Karantina Fasilitasi Ekspor Ikan Segar Ke Australia Senilai Rp118 Juta

Kepulauan Riau (Kepri) memastikan komoditas perikanan yang diekspor dari wilayah Kepulauan Riau memenuhi standar kesehatan dan mutu negara tujuan. Melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, sebanyak 759,45 kg ikan segar diberangkatkan menuju Australia dengan nilai ekonomis mencapai Rp118 juta. Sabtu (7/3) Komoditas yang dikirim terdiri dari 503,05 kg fresh goldband snapper H&G, 175,70 kg fresh goldband snapper fillet skin on, 31,65 kg fresh goldband snapper fillet skin off, 23,70 kg fresh parrot fillet skin on, serta 25,35 kg fresh coral trout whole. Pengiriman ini merupakan ekspor kedua ikan segar jenis angoli dan kerapu dengan penambahan komoditas baru yaitu ikan kakatua (parrot fish) yang turut meramaikan ekspor ke pasar Australia. Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Kepri melakukan serangkaian tindakan karantina untuk menjamin kesehatan komoditas. Pemeriksaan fisik, dokumen serta uji organoleptik dan pengujian RSIVD (Red Sea Bream Iridovi...

Perdana, Ikan Angoli dan Kerapu Tembus Pasar Australia

Tanjungpinang- Komoditas perikanan unggulan Kepulauan Riau kembali menembus pasar internasional. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, ekspor perdana ikan angoli (goldband snapper) dan kerapu (coral trout) tujuan Australia resmi diberangkatkan dengan total nilai ekonomis mencapai Rp 134 juta. Sabtu (28/2) Adapun komoditas yang diekspor meliputi fresh goldband snapper H&G sebanyak 457,4 kg dan fresh coral trout whole sebanyak 70,45 kg, dengan total volume pengiriman mencapai 527,85 kg. Sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan keamanan dan mutu produk. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian RSIVD (Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) bertujuan mendeteksi virus) dan organoleptik guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, aroma ikan sesuai standar mutu, bebas penyakit sesuai standar WOAH serta persyaratan dari negara tujuan. Selain itu, proses eks...