Tanjungpinang- Komoditas perikanan unggulan Kepulauan Riau kembali menembus pasar internasional. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, ekspor perdana ikan angoli (goldband snapper) dan kerapu (coral trout) tujuan Australia resmi diberangkatkan dengan total nilai ekonomis mencapai Rp 134 juta. Sabtu (28/2)
Adapun komoditas yang diekspor meliputi fresh goldband snapper H&G sebanyak 457,4 kg dan fresh coral trout whole sebanyak 70,45 kg, dengan total volume pengiriman mencapai 527,85 kg.
Sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan keamanan dan mutu produk. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian RSIVD (Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) bertujuan mendeteksi virus) dan organoleptik guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, aroma ikan sesuai standar mutu, bebas penyakit sesuai standar WOAH serta persyaratan dari negara tujuan. Selain itu, proses ekspor juga telah melalui sistem Ssm-QC ekspor (Single Submission Quarantine Customs) sebagai mekanisme penjaminan mutu dan kepabeanan yang terintegrasi, sehingga seluruh persyaratan administrasi dan teknis ekspor dapat dipenuhi secara tertib dan akuntabel.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Dorisman menyampaikan bahwa pihaknya memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan karantina.
“Kami memastikan setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara teliti dan profesional. Pengujian organoleptik menjadi bagian penting untuk menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi aman, sehat, dan bermutu sehingga memenuhi standar negara tujuan yaitu Australia,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Karantina Kepri, Hasim menegaskan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti daya saing komoditas perikanan Kepri di pasar global.
“Ekspor ini menunjukkan bahwa produk perikanan Kepri mampu memenuhi standar internasional. Kami berkomitmen terus memperkuat pengawasan dan memfasilitasi layanan karantina agar ekspor berjalan lancar, aman, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” tegasnya
Melalui sinergi antara pelaku usaha, karantina dan instansi terkait, ekspor perdana ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan volume dan nilai tambah komoditas perikanan Kepulauan Riau di pasar internasional.

Comments
Post a Comment
Silahkan Komentar untuk Blog Antar Berita