Indonesia sebagai daerah tropis memiliki curah hujan yang cukup tinggi, di beberapa daerah bahkan tidak mengenal musim kemarau, karena hujan dapat terjadi seminggu sekali atau sebulan terjadi beberapa kali, bahkan hujan dapat terjadi terus menerus di musim hujan. Beberapa tanaman tahunan membutuhkan musim kemarau untuk dapat berbuah, sehingga bila hujan terus terjadi di setiap bulannya, maka pembuahan atau musim tanaman berbuah bisa gagal.
![]() |
| Photo Property by Mr Chen |
Tanaman butuh ada yang harus mengalami stress kekurangan air agar terjadi fase generatif atau mengalami musim buah, hujan yang berlebihan justru dapat merusak buah apalagi bila disertai dengan angin yang cukup kuat. Untuk menyiasati atau mengatasi hal tersebut, sehingga timbullah ide untuk melakukan rekayasa musim hujan menjadi kering bagi tanaman, agar tanaman mengalami stress kekurangan air sehingga terpacu untuk memunculkan buah.
"Tumbuhan secara harfiah memiliki ketentuan, sebelum mati harus menghasilkan keturunan, yaitu dengan menghasilkan buah dan biji, untuk keberlanjutan hidup tumbuhan tersebut"
Tanaman yang kekurangan air akan mengalami stress, layu, kemudian daunnya gugur, setelah di treatment pupuk fosphat dan kalium akan memunculkan bunga dan buah.
Begini cara agar tanaman buah tahunan tetap berbuah di musim hujan, dapat diterapkan pada hampir semua jenis tanaman seperti alpukat, durian, rambutan, kelengkeng, jambu dll.
1. Pada musim hujan tutup permukaan tanah dibawah tajuk pohon dengan terpal atau plastik, biarkan sampai 3 minggu.
2. Setelah tanaman menunjukkan gejala stress, seperti layu atau daun menguning dan daun mulai rontok, berikan pupuk dengan kandungan P (phopat) K (kalium) tinggi, seperti MKP.
3. Setelah muncul bunga dan buah, lakukan perawatan seperti biasa.
4. Berikan air secukupnya.

Comments
Post a Comment
Silahkan Komentar untuk Blog Antar Berita