Skip to main content

Gunakan SSMEKSPOR, Ekspor Ayam Semakin Mudah

Tanjungpinang - Petugas Karantina di Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (Satpel RHF), Karantina Kepri yangmerupakan UPT Badan Karantina Indonesia (Barantin), memberi fasilitas kemudahan pelayanan sertifikasi ekspor komoditas ayam broiler potong dengan Single Submision Ekspor (SSMEkspor). Fasilitas SSMEkspor yang pertama kali diterapkan di Satpel RHF ini, semakin memberi kemudahan permohonan ekspor bagi eksportir.



"kami cukup sekali mengisi permohonan/lapor ekspor di SSMEkspor, langsung terkirim di dua instansi sekaligus," ujar Isran Riski Alfasiri, selaku perwakilan shipment PT Japfa di Bintan (19/01).

Perlu diketahui, sebelum ada sistem layanan SSMEkspor yang berada pada portal Indonesia National Single Window (INSW), calon eksportir harus melaporkan komoditas yang akan di ekspor kepada dua instansi yang berbeda, yaitu Beacukai dan Karantina. Dua instansi tersebut memiliki aplikasi masing-masing, sehingga eksportir harus mengisi permohonan ekspor berulang, belum lagi bila ada permasalahan data/jaringan, sehingga eksportir harus berurusan dengan dua instansi berbeda tersebut. Kini, eksportir cukup submit di satu aplikasi/sistem yaitu SSMEkspor

Dengan submit di SSMEkspor, eksportir juga akan mengetahui komoditas mereka harus clearence dengan instansi mana saja, karena aplikasi ini telah diprogram sesuai peraturan ekspor yang berlaku di Indonesia. 


Sesuai permohonan ekspor yang diajukan oleh eksportir, diketahui bahwa ekspor ayam broiler hidup ini berjumlah 25.920 ekor. Petugas Karantina dari Satpel RHF yang bertugas di Pos Pelayanan Pelabuhan Laut Seri Payung melakukan pemeriksaan dan sertifikasi. 


Serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan laboratorium telah dilakukan oleh Petugas Karantina. Semua tahapan telah terpenuhi dan ayam yang akan diekspor dipastikan sehat, sehingga sertifikat kesehatan (Health Certificate) dapat diterbitkan. 

"Ekspor ayam broiler ini adalah perdana di 2026 dan perdana menggunakan SSMEkspor di Satpel RHF, harapannya tentu ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan," ujar Hasim, Kepala Karantina Kepri di Batam. 

Sesuai data yang terrekam pada aplikasi BestTrust Karantina, ekspor ayam tersebut mencatatkan devisa sebesar Rp 1,8 miliar. Pada tahun 2025 ekspor ayam oleh PT Japfa telah berlangsung sebanyak 10 kali, sejumlah 106.272 ekor dengan nilai ekonomi Rp6,7 miliar.

Sesuai amanah UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bahwa pelaksanaan sistem Karantina dapat dilakukan dengan bersinergi bersama instansi terkait. Karantina Kepri senantiasa selalu menjalin kolaborasi dengan instansi terkait seperti Otoritas Veteriner, Beacukai maupun Kesyahbandaran untuk memastikan lalu lintas komoditas wajib periksa karantina berjalan lancar, kesehatan terjamin dan fungsi Karantina dapat dirasakan semua lini.


Perusahaan eksportir juga memastikan bahwa ekspor ayam ke Singapura tidak mempengaruhi kebutuhan pasar lokal, hal ini sesuai permintaan Pemerintah Daerah agar perusahaan tetap mengutamakan ketersediaan pangan di pasar lokal sebelum memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Fatamorgana dan Contohnya

Fatamorgana adalah sesuatu yang semu, yaitu suatu bayangan yang tampak seperti ada tapi sebenarnya tidak ada. Sebagai Contoh adalah bila anda berjalan kaki ditengah terik matahari di jalan Aspal yang panas dan tak ada kendaraan, memandanglah ke arah yang jauh maka anda akan mendapati dikejauhan seakan akan ada kubangan air. Sementara bila anda dekati air tersebut tidak ada, seakan akan menghilang. Penjelasan lain tentang Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada. Seringkali di gurun pasir, fatamorgana menyerupai danau atau air atau kota. Ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang dipantulkan udara panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin.

Lagi, Karantina Fasilitasi Ekspor Ikan Segar Ke Australia Senilai Rp118 Juta

Kepulauan Riau (Kepri) memastikan komoditas perikanan yang diekspor dari wilayah Kepulauan Riau memenuhi standar kesehatan dan mutu negara tujuan. Melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, sebanyak 759,45 kg ikan segar diberangkatkan menuju Australia dengan nilai ekonomis mencapai Rp118 juta. Sabtu (7/3) Komoditas yang dikirim terdiri dari 503,05 kg fresh goldband snapper H&G, 175,70 kg fresh goldband snapper fillet skin on, 31,65 kg fresh goldband snapper fillet skin off, 23,70 kg fresh parrot fillet skin on, serta 25,35 kg fresh coral trout whole. Pengiriman ini merupakan ekspor kedua ikan segar jenis angoli dan kerapu dengan penambahan komoditas baru yaitu ikan kakatua (parrot fish) yang turut meramaikan ekspor ke pasar Australia. Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Kepri melakukan serangkaian tindakan karantina untuk menjamin kesehatan komoditas. Pemeriksaan fisik, dokumen serta uji organoleptik dan pengujian RSIVD (Red Sea Bream Iridovi...

Perdana, Ikan Angoli dan Kerapu Tembus Pasar Australia

Tanjungpinang- Komoditas perikanan unggulan Kepulauan Riau kembali menembus pasar internasional. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, ekspor perdana ikan angoli (goldband snapper) dan kerapu (coral trout) tujuan Australia resmi diberangkatkan dengan total nilai ekonomis mencapai Rp 134 juta. Sabtu (28/2) Adapun komoditas yang diekspor meliputi fresh goldband snapper H&G sebanyak 457,4 kg dan fresh coral trout whole sebanyak 70,45 kg, dengan total volume pengiriman mencapai 527,85 kg. Sebelum diberangkatkan, seluruh komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan keamanan dan mutu produk. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian RSIVD (Red Sea Bream Iridovirus Disease (RSIVD) bertujuan mendeteksi virus) dan organoleptik guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, aroma ikan sesuai standar mutu, bebas penyakit sesuai standar WOAH serta persyaratan dari negara tujuan. Selain itu, proses eks...