Skip to main content

Siaga Nataru, Karantina dan Beacukai Patroli Laut Perairan Tanjungpinang

 Siaran Pers Badan Karantina Indonesia

Tanjunggpinang - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjung Pinang (BC Tanjungpinang), meningkatkan pengawasan bersama melalui kegiatan patroli laut di perairan Tanjungpinang dan sekitarnya, Kamis (19/12).



Selain memastikan setiap lalu lintas komoditas wajib lapor karantina, telah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku dalam Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 guna mendukung ketahanan Nasional jelang Nataru, Patroli Laut bersama ini dilaksanakan untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi antar instansi, khususnya dengan Bea Cukai. 


Kepala Karantina Kepri, Herwintarti menyampaikan sebagai Provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, hal ini menjadi peluang meningkatnya potensi masuknya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang akan mengancam ketahanan nasional termasuk pangan di Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan.


“Propinsi Kepri yang wilayahnya didominasi oleh lautan, masih banyak pelabuhan rakyat atau pelabuhan tidak resmi yang menjadi tempat pemasukan dan pengeluaran komoditas wajib lapor karantina, karenanya dalam menjalankan tugas menjaga dan melindungi sumber daya hayati Indonesia di Wilayah Perbatasan NKRI, Karantina Kepri membutuhkan kolaborasi dan sinergitas dengan instansi terkait khususnya otoritas pelabuhan salah satunya dengan BC Tanjungpinang ,” terang Herwin saat memimpin kegiatan patroli laut dengan tetap memenuhi SOP pelayaran dan tim patroli laut BC Tanjungpinang


Terkait persayaratan karantina, Herwin menjelaskan setiap lalu lintas produk pertanian dan perikanan wajib memenuhi persyaratan tindakan karantina, diantaranyadilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan, melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan serta dilaporkan kepada Pejabat Karantina untuk keperluan tindakan karantina, pengawasan atau pengendalian. Setiap orang yang membawa atau melalulintaskan produk pertanian dan perikanan tidak memenuhi persyaratan dimaksud, dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana ketentuan yang berlaku.


"Maksimum security dan pengawasan bersama di entry point adalah upaya mitigasi resiko dalam cegah tangkal penyakit karantina khususnya African Swine Fever (ASF) yang saat ini terjangkit di Nabire di Papua Tengah," lanjutnya.


Lebih lanjut Herwin menjelaskan Karantina Kepri memiliki komitmen untuk memastikan setiap komoditas bahan pangan dan pakan yang masuk-keluar, dari dan menuju Tanjungpinang khususnya dan Kepri pada umumnya harus sehat, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kesadaran bersama akan pentingnya lapor karantina. “Sertifikat Karantina merupakan jaminan kesehatan dan keberterimaan setiap komoditas yang dilalulintaskan dan dieskpor di daerah atau negara tujuan. Sehingga patroli laut juga bertujuan untuk memberi rasa aman bagi seluruh masyarakat, karena dapat meminimalisir terjadinya pemasukan illegal yang tidak memiliki jaminan kesehatan karena tidak memenuhi persyaratan karantina,” 


Herwin mengungkapkan keberadaan Pulau Bulan sebagai pusat peternakan babi yang dapat mengekspor sekitar 1000 ekor per hari ke Singapura, menjadi pencermatan Karantina Kepri dalam melakukan upaya mitigasi resiko akan masuknya penyakit hewan tersebut ke Wilayah Kepri.”untuk itu memasuki masa liburan Nataru diprediksi lalu lintas orang dan barang meningkat, kami mengoptimalkan pengawasan karantina dan kolaborasi antar instansi di pintu perbatasan. 


"Kedepan diharapkan Custom, Immigration, Quarantin memiliki SOP pengawasan terintegrasi dalam join Single Submission, join Inspection dan join Operation di Kepri, agar memudahkan pengawasan," pungkasnya.

Sumber: Humas Barantin

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme

Inilah Pengertian Animisme, Dinamisme, Politeisme, Monoteisme dan Henoteisme Dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius. Tujuan beragama pada dinamisme adalah untuk mengumpulkan kekuatan gaib atau mana (dalam bahasa ilmiah) sebanyak mungkin. Animisme adalah agama yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda, baik yang beryawa maupun tidak bernyawa mempunyai roh. Tujuan beragama dalam Animisme adalah mengadakan hubungan baiik dengan roh-roh yang ditakuti dan dihormati itu dengan senantiasa berusaha menyenangkan hati mereka. Politeisme adalah kepercayaan kepada dewa-dewa. Tujuan beragama dalam politeisme bukan hanya memberi sesajen atau persembahan kepada dewa-dewa itu, tetapi juga menyembah dan berdoa kepada mereka untuk menjauhkan amarahnya dari masyarakat yang bersangkutan. Henoteisme adalah paham tuhan nasional. Paham yang serupa terdapat dalam perkembangan keagamaan masyarakat yahudi. Monotheisme adalah faham yang meyakini Tuhan itu tunggal dan personal, yang sang...

Contoh Soal Test TKB Pertanian 2014/2015

Seperti yang telah kita ketahui bersama bila proses seleksi CPNS di Kementerian Pertanian untuk tahun 2013 tidak mengadakan test TKB karena mereka belum siap sempurna sehingga hasil test TKD menjadi acuan seorang peserta dinyatakan lulus atau tidak menjadi CPNS Kementan . Namun akan berbeda hal untuk tahun 2014/2015 bagian kepegawan kementan sudah pasti akan mempersiapkan sejak dini pelaksanaan TKB agar bisa menyaring tenaga yang benar benar berkualitas sesuai postnya masing masing.  Dalam rangka menyambut pelaksanaan test TKB Pertanian tersebut, Antar Berita bermaksud untuk membagikan Contoh Soal Test TKB Pertanian tersebut, agar pengunjung Antar berita dan peserta Test CPNS kementan 2014 bisa mempersiapkan sejak dini dalam menghadapi ujian tersebut. Bacalah dengan seksama setiap soal dibawah ini, kemudian jawablah dengan tepat. Insya Allah Soal TKB nanti tidak akan berbeda jauh dengan yang ada disini diselenggarakan secara online maupun dengan kertas (LJK). ...

Karantina Amankan 20,971 Kg Kuda Laut Kering

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Riau (Kepri) bersinergi bersama Bea Cukai berhasil mengamankan 20,971 kg atau 10.647 ekor kuda laut kering. Komoditas perikanan tersebut hendak dibawa menuju Jakarta dari Bandara Hang Nadim, Batam. Kuda laut kering  "Betul, informasi yang disampaikan langsung ditindaklanjuti petugas Karantina dan Bea Cukai terkait pengiriman kuda laut kering sebanyak 20,971 kg atau 10.647 ekor, melalui Bandara Hang Nadim tujuan Jakarta. Tidak dilengkapi dokumen kesehatan karantina dan persyaratan lainnya, sehingga kami lakukan penahanan terhadap komoditas tersebut," ujar Kepala Karantina Kepri Herwintarti dalam keterangan persnya di Batam, Jumat (16/5).  Petugas Amankan Kuda Laut Kering  Lebih lanjut ia menjelaskan, kuda laut kering tersebut hendak dibawa oleh warga negara asing asal Mesir untuk dilalulintaskan antarnegara melalui Jakarta pada Kamis (15/5). Adapun informasinya kuda...