Bintan - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) di Satuan Pelayanan Tanjung Uban (Satpel Uban), Pulau Bintan, memfasilitasi ekspor santan kelapa beku sebanyak 129,4 ton. Hilirisasi komoditas perkebunan tersebut dimuat dalam sepuluh kontainer refrigerasi (berpendingin) dengan tujuan Cina. "Karantina memastikan ekspor produk olahan tumbuhan berjalan lancar dan keberterimaan di negara tujuan, melalui pemenuhan persyaratan yang diminta oleh mereka (negara tujuan-red). Kami memfasilitasinya dengan tindakan karantina yang kemudian menerbitkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan hasil pemeriksaan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan," ujar Hasim Kepala Karantina Kepri dalam siaran pers di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (31/12). Hasim menambahkan Barantin memfasilitasi perdagangan bagi pelaku usaha. Bersamaan dengan pelepasan ekspor santan beku, Karantina Ke...
Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Batu melakukan pemeriksaan durian asal Tanjung Batu yang akan dikirim ke Batam, Jakarta dan beberapa daerah lain pada Selasa (30/12) di Kecamatan Kundur Barat, (Pulau Kundur) Kab. Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Durian Tanjung Batu sudah terkenal sejak lama. Selain dikenal memiliki rasa yang nikmat, durian disini memiliki jenis yang beragam tergantung selera penikmatnya. Ada jenis musangking, montong, blackton, masmoar, golden phoenix, dll. Total keseluruhan pengiriman ada 540 kg, 120 kg dikirim ke Jakarta, 150 kg ke Batam, 30 kg ke Makassar, dan 240 kg ke Palembang. Petugas Karantina melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan setiap media pembawa yang dikirim bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Kepala Karantina Kepri, Hasim mengatakan "nama durian tanjung batu tidak diragukan lagi kualitasnya, dijamin nikmat dan bikin keta...